Akta Notaris PMB

 

Selayang Pandang PMB

Pemuda Madiun Bergerak resmi didirikan pada tanggal 24 Desember 2017.  Pada 24 Desember 2018 lalu kami menggelar acara syukuran merayakan HUT PMB di rumah salah satu anggota  PMB. Pemuda Madiun Bergerak yang kemudian disingkat menjadi PMB ini berawal dari kepedulian sosial sekelompok pemuda yang melihat masih ada warga kurang mampu membutuhkan bantuan. Irwan Budiyanto, founder PMB ini merintis PMB dengan cara berkirim  pesan singkat ke sejumlah jaringan pertemanannya. Dari puluhan orang yang dijapri, enam diantaranya bersedia hadir.

Kopi darat pertama itu pun terjadi. Banyak hal yang mereka bahas. Termasuk ide nama komunitas yang terilhami dari  kawanan  penggeraknya mayoritas anak muda  dari Madiun  yang tergerak hatinya untuk berbagi dan peduli dengan lingkungan sekitarnya. Selain nama,  mereka sepakat membuat rekening khusus donasi. Mula-mula, mereka mencari informasi keberadaan masyarakat kurang mampu sebagai calon penerim donasi. Di dapatlah, tiga nama lansia. Mereka adalah Mbah Ciplis (Warga Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari), Mbah Jiber (Dusun Kandangan) dan Mbah Kuning (Dusun Kasihan, Desa Sambirejo). Ketiganya itu, lansia yang hidup sebatang kara selama belasan tahun. Kebutuhan makan mereka pun  ditopang dari tetangga.

Aksi sosial perdana dari segelintir pemuda itu dilaksanakan pada 28 Januari 2018.  Kala itu, mereka berhasil menggalang donasi sebanyak Rp 2,5 juta. Sejak saat itulah, PMB konsisten  membuka aksi sosial setiap sebulan sekali sebagai agenda rutin PMB.

Gambaran singkat mekanisme aksi sosial ini adalah setiap ada usulan orang yang layak dibantu dari masyarakat, PMB bakal mencatat usulan tersebut. Kemudian, member melakukan survey ke rumah calon penerima donasi. Perjalanan survey juga tidak semudah yang dibayangkan. Kami harus mencari alamat rumah yang dituju. Hasil dari survey inilah yang menjadi catatan tim PMB ketika membeli perlengkapan yang dibutuhkan  penerima donasi.

Sampai detik ini, tidak terhitung jumlah penerima bantuan.. Kami perlu waktu untuk mendata keseluruhan. Baik itu  lansia, yatim piatu maupun pelajar kurang mampu. Tidak sekadar beri bantuan, kami juga mem-follow up situasi dan kondisi mereka. Sebagian ada yang terdaftar sebagai penerima donasi rutin. Selain uang tunai, PMB menyalurkan bantuan berupa sembako dan barang yang dibutuhkan penerima donasi. Lalu, ketika berkunjung ke rumah penerima donasi selain bercengkerama dengan mereka tidak jarang relawan PMB resik-resik rumah mereka.

Darimana sumber dananya ?  Setelah memposting calon penerima donasi, PMB getol menggalang dana  ke akun media sosial kami. Yakni, instagram dan facebook. Kekuatan media sosial  (hastag, tag, mention dan lainnya) inilah yang berusaha kami lakukan.  Profil calon penerima donasi dari hasil survey kami rangkum dan unggah ke lini masa. Diantara para donatur ada yang menjadi donatur tetap PMB. Mereka rutin mengirim donasi ke nomor rekening khusus PMB.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan PMB semakin bervariasi. Diantaranya, aksi peduli pendidikan di SDN 01 Winong pada 15 Desember 2018 di ikuti puluhan anggota PMB. SDN ini berada di dusun terpencil di Kabupaten Madiun. Ketika kami datang sekolah ini belum pernah tersentuh bantuan. Lalu,  tepat di bulan Ramadhan 26 Mei 2019 lalu, PMB menggelar aksi sosial di Dusun Bamban, Desa Winong, Kecamatan Gemarang. Ini termasuk big event PMB. Sebab, PMB merangkul  empat komunitas dan lembaga sosial dalam kegiatan tersebut.

salah satu aksi perdana PMB tiga tahun

Acaranya saat itu adalah membagikan paket sembako murah,  pemeriksaan kesehatan,  berbagi susu dan perlengkapan mandi untuk anak-anak serta  berbagi bibit sayuran gratis dan baju layak pakai ke seluruh warga dusun perbatasan Kabupaten Madiun – Nganjuk ini. Teranyar,  3 November 2019 nanti PMB menggelar kegiatan seminar wirausaha sosial dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda.

Satu lagi, di kami ada istilah PMB Gerak Cepat (Gercep) adalah pemberian bantuan kepada orang yang mendesak untuk dibantu.  Salah satu Aksi Gercep kami adalah menggalang donasi untuk bencana maupun permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat.

Perlu dicatat,  PMB punya aturan tegas. HARAM bagi kami  memanfaatkan uang donasi  untuk kegiatan PMB. Uang yang terkumpul murni kami salurkan ke penerima donasi. Jadi, setiap aksi bulanan, relawan PMB rela merogoh kocek pribadinya untuk transportasi, makan dan lainnya. 

Kini, keluarga besar PMB  terus bergerak dinamis. Dari awalnya hanya enam  menjadi  ratusan pemuda dari beragam kelompok usia. Kami bergerak dan bergotong royong, berupaya konsisten menggaungkan slogan khas PMB. Berbagi, peduli, bersama. Memang tidak besar yang kami lakukan. Namun, kami percaya, hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Kedepannya akan memberikan dampak positif  bagi masyarakat Madiun dan sekitarnya. Sementara bagi kami, menjadi anggota PMB  dapat memupuk dan menggetarkan jiwa sosial agar selalu peka dengan lingkungan sekitar. Terlebih, mentautkan hati untuk selalu merasa bersyukur atas nikmat Sang Pecnipta.

Kami memiliki 0 anggota lebih
Join with us
WhatsApp chat