Cerita Anggota PMB dari Negeri Mutiara Timur, Hongkong

Jarak Jauhpun Tak Jadi Masalah untuk Tetap Aktif di PMB
Tahukah kalian, jika relawan PMB tersebar hingga lintas negara, yakni Hongkong. Mereka adalah
Devi Sugeng Ermawati, Sumenan Suprihatin, Dwi Susanti, Sintha Anggraini dan Munjiati. Diantara mereka tercatat member lama, sudah bergabung PMB sejak kali pertama dibentuk tiga tahun silam. Devi dan kawan kawannya menyebut perkumpulan mereka dengan istilah Relawan PMB Hongkong. Layaknya perkumpulan PMB di Madiun, kelima srikandi ini pun juga getol mengadakan kopdar bareng di sebuah taman.

Seperti yang terekam dalam video tersebut, Tamar park – admiralty – Hongkong menjadi lokasi favorit jujukan mereka. Namun, sejak corona mewabah, mereka kesulitan bertatap muka. peraturan ketat dari negara yang berjuluk Mutiara dari Timur ini melarang warganya berkumpul lebih dari dua orang di tempat umum.

Akhirnya, grup whatshapp PMB HK menjadi komunikasi paling efektif untuk kondisi saat ini. “Sengaja pilih taman ini karena nggak terlalu jauh buat teman teman, diantara kami, yang terjauh Mbak Shanti butuh waktu sekitar 45 menit, paling dekat Mbak Devi naik mini bus sudah sampai, ” Kata Atin koordinator relawan PMB dihubungi via whatshapp kemarin.

Ya, bukan perkara mudah bagi Atin dan gengnya ini untuk bisa bertemu. Pekerjaan yang padat acapkali membuat jadwal pertemuan jadi molor. “Seperti hari ini nih kita janjian dari jam 12.00 eh baru ngumpul jam 15.00, kadang kita sudah tentukan waktunya eh mendadak batal,” ucapnya disambut gelak tawa member lain.

Banyak hal yang mereka bahas ketika berjumpa, mulai dari nimbrung donasi aksi PMB, sampai dengan berembuk saran untuk kemajuan komunitas. “Meskipun jauh, kami tetap aktif mengikuti obrolan yang ada di grup, juga ikut ngeshare info penerima donasi ke medsos kami, mengajak teman teman Hongkong untuk menyisihkan sebagian rejekinya,”bebernya.
kami ikhlas membantu sesama, mengingat kita juga dari keluarga tak mampu dan kami bukan orang kaya atau tajir mlintir tapi kita berangkat dari Indonesia ke negeri beton ini mulai dari nol , jadi bagi saya bersedekah tidak harus menunggu kita kaya, ” imbuh Devi.
Besar harapan, PMB menjadi perkumpulan sosial yang bermanfaat dan tetap istiqomah. Sebab, tidak sedikit dari mereka yang merasakan nikmatnya berbagi. Diantaranya, kemudahan rejeki. “Pernah, bapak pas sakit butuh biaya banyak yang harus di transfer ke Indonesia, ada saja rejekinya alhamdulillah, banyak teman PMB Hk yang merasakan hal serupa, ” ungkap Shinta.
Kini mereka berlima kompak bak keluarga. Uniknya, satu sama lain dipertemukan dari grup WA PMB. “Kita berlima sama sama TKI dari Madiun, jadi menambah keluarga disini, ” terang Shinta.
Yap, itulah potret perjuangan relawan PMB Hk dalam berbagi. Yuk, tetap semangat relawan PMB Madiun, semoga sedikit kisah ini mampu menginspirasi kami yang di Madiun untuk tidak kalah aktif dengan mereka yang bermukim di negeri orang. Salam berbagi peduli bersama. (dil/wil)

Sebarkan Kepada Dunia

Leave a Comment

Hubungi Kami
Kirim via WhatsApp